Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Thursday, January 7, 2010

Kau tahu...?

Kau tahu apa yang mencemaskan aku?
Apabila aku tiada kerja.

Kau tahu apa yang memenatkan aku?
Apabila berjalan kesana kemari mencari kerja.

Kau tahu apa yang membosankan aku?
Apabila datang kerja tanpa ada rasa untuk bekerja.

Kau tahu apa yang meresahkan aku?
Apabila aku tahu ada suatu kerja tapi belum dilaksanakan lagi.

Kau tahu apa yang merimaskan aku?
Apabila duduk diam tanpa berbuat apa-apa kerja.

Kau tahu apa yang menggembirakan aku?
Apabila aku kecapi rasa puas tatkala habis bekerja.

Kau tahu apa yang membuat aku bersyukur?
Apabila aku tahu aku masih mempunyai kerja.
Buat bayar hutang-hutang dengan lintah-lintah darat yang duduk dalam hawa dingin,
dalam bilik kaca, di bangunan-bangunan tinggi itu.

Thursday, February 14, 2008

Ribut Neraka

Aku berlari-lari
menuju keributan
ditengah-tengah pekik lolong
orang-orang yang ratus juta banyaknya
di dalam api hitam yang membakar hangus
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah

aku berlari-lari
menuju ribut kalut
yang berhabuk berasap
yang debunya maha panas
bisa merobek dan meluluh
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah

aku berlari-lari
berasak-asak dan bertolak-tolak
bersama orang-orang yang ratus juta banyaknya
di dalam pusaran lahar yang menggelegak-gelegak
memakan habis daging dan tulang temulang berceracak
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah kehendak

aku berlari-lari
menuju pintu yang dijaga Malik
sedang orang-orang yang ratus juta banyak
tenggelam di dalam api yang membakar marak
api besar yang menjilat setinggi langit ketujuh dunia
yang membakar mereka dan aku sekejap nanti
yang punya jiwa-jiwa yang dibelenggu nafsu dan serakah

ya, aku sedang berlari menuju ke sana.

Tuesday, September 4, 2007

Titik Itu

Titik itu
Hitam gelap pekat
terlalu banyak

Titik itu
Hitam gelap pekat
menyerang
segumpal daging
bagai hujan
membasahi bumi
setitik demi setitik
sampai hitam semuanya

Titik itu
Hitam gelap pekat
sampai aku juga
turut terkurung
dalam gelap
bukan gelap malam
bukan gelap hitam

Titik itu
Hitam gelap pekat
memusnahkan
memualkan
memeritkan
menghibakan

Titik itu
Hitam gelap pekat
mengerumun, menghambat
aku yang mendakap erat
dua tinggalan Muhammad
untuk para sahabat
untuk semua umat

StatCounter